



Saya merasa sangat diberkati saat menghadiri sebuah kebaktian persekutuan. Anda bisa membaca Yesaya 54:2-4. Dibalik ayat ini ternyata menyimpan janji Tuhan yang luar biasa. Sebenarnya ayat ini sangat cocok untuk para pekerja. Tapi saya merenungkan yang lebih lagi, dan saya mendapatkan berkat yang luar biasa.
Point-1. Lapangkanlah tempat kemahmu
Kalau coba lihat secara jelas, bahwa ayat ini adalah perintah yang ditujukan kepada pribadi kita. Lapangkan tempat kemahmu, mengandung arti mari kita buka tempat sekeliling kita. Jika ternyata masih ada tanah milik kita yang belum kita fungsikan untuk dipergunakan. Jadi misal kita punya rumah dengan tipe 45 dan luas tanah 150meter persegi, artinya kita harus mempersianpkan sisa tanah 105 meter persegi dari 150 meter persegi tersebut untuk kita pergunakan dan fungsikan. Jangan menjadi tanah/ tempat yang sia-sia. Karena apabila kita membutuhkan sisa tanah itu, kita sudah dengan mudah mempergunakan dan memfungsikannya.
Point-2, Bentangkanlah tenda tempat kediamanmu.
Masih perintah juga. Setelah kita mempersiapkan lahan tersebut kita disuruh kembali untuk membentangkan tenda kediaman kita. Artinya dari lahan rumah type 45/150 m2 tersebut, kita dapat memakai lahan tersebut untuk untuk membuat kediaman kita selebar dan seluas-luasnya dengan batasan 150 meter persegi.
Point-3, Janganlah Menghematnya.
Ini adalah perintah penting, sekaligus kesimpulan point-1 dan point-2 diatas. Jangan menghemat, artinya pakailah keseluruhan tanah dan rumah itu sebesar-besar dan seluas-luasnya. Dengan arti kata jangan ada yang disimpan.
Point-4, Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri
Banyak perusahaan mempunyai visi menjadi yang terdepan di bidangnya atau core bussiness-nya. Banyak orang juga mempunyau visi menjadi orang no.1, terdepan dibidangnya, dsb. Tapi diayat ini nabi Yesaya bernubuat bahwa apabila point 1 s/d 3 diatas kita lakukan, maka kita dijanjikan salah satu seperti point-4 ini. Buat apa terdepan tapi tidak lebar, buat apa terbaik tapi tidak besar. Tuhan malah membuat kita melebar/mengembang ke kanan dan kiri. Memang seolah-olah tidak membicarakan tinggi, akan tetapi lihat pada point berikutnya. Jika saya lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia di http://kamus.sabda.org/kamus/mengembang , me·ngem·bang·kan v 1 membuka lebar-lebar; membentangkan: ~ payung; 2 menjadikan besar (luas, merata, dsb): kerajaan itu ~ kekuasaannya; 3 menjadikan maju (baik, sempurna, dsb): ~ kesenian rakyat;
~ hati ki menggembirakan; menyenangkan; ~ sayap ki memajukan dan meluaskan usaha dagang dsb.
Arti dari mengambang sudah banyak menaungi keingan hati kita. tergantung apa yang kita mau.
Point-5, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa
Janji-Nya adalah bahwa keturunan kita akan memperoleh tempat bangsa-bangsa. Ini bisa diartikan sebagai
a. Keturunan kita menjadi bagian dari bangsa-bangsa
b. Keturunan kita akan menguasai atau bahkan menggantikan tempat bangsa-bangsa.
Saya melihat kata "bangsa-bangsa" bisa berarti bangsa sendiri atau bangsa lain.
Pont-6, akan mendiami kota-kota yang sunyi
Dimana, disuatu kota, ada kesunyian, kita akan diletakkan Tuhan diam didalamnya. Ini bukan berarti kita terbuang. Mungkin dimaksud dengan kota sunyi adalah sunyi dari gemuruh berita baik yang diperdengarkan dan disampaikan oleh orang-orang pilihan dan yang diutus Tuhan. Bisa siapa saja, bahkan kita juga bisa disitu. Kita membuat kota itu menjadi tidak sunyi karena berita Keselamatan yang kita sampaikan menggema diseluruh daerah/kota itu. Ke tempat-tempat dimana kesunyian karena tidak adanya kabar keselamatan dari Tuhan Yesus yang disampaikan, kesitulah Tuhan akan menempatkan kita dan kita disruh Tuhan untuk tinggal dan berdomisili disitu.
Keimpulan dari semua itu adalah:
1. Apabila kita mau menerima berkat Tuhan, maka Tuhan menginginkan kita agar mempersiapkan diri kita. Kembangkan talenta dan potensi kita. Karena berkat Tuhan itu besar. Jadi kalau tempat di hati, pikiran Jasmani dan rohani kita kecil. tentulah banyak berkat Tuhan yang terbuang. Atau kalau Tuhan sudah memberkati kita, tapi kita tidak kembangkan/alirkan dan menjadi saluran berkat itu sebesar-besar dan seluas-luasnya, , maka kita akan menjadi seperti "Laut Mati" yang tak berguna, karena tidak ada kehidupan disitu.
2. Jangan merasa kalau kita sudah cukup untuk "berbakti" pada Tuhan. Di masa pensiun, di masa katif bekerja, di saat-saat sakit parahpun, Tuhan mau kita alirkan dan salurkan berkat Tuhan yang ada pada kita. Jangan disimpan, jangan dihemat, habiskan semua talenta, potensi dan berkat dari Tuhan sehabis-habisnya supaya Tuhan terus mengisi kita dengan berkat-berkat lain yang berlimpah.
3. Berkat Tuhan akan membuat kita mengembang yakni membuka lebar-lebar apa yang ada pada kita; membentangkan:bisa untuk melindungi (contoh ~ payung); menjadikan besar (luas, merata, dsb): Menguasai; menjadikan maju (baik, sempurna, dsb);
menggembirakan dan menyenangkan banyak orang; memajukan dan meluaskan apapun yang kita kerjakan maupun yang sedang diperjuangkan oleh kita dsb. Karena mengandung kata menguasai, maka kita akan menaklukan kota-kota sunyi dan menduduki apa yang dikuasai oleh orang-orang yang tidak percaya Kabar Keselamatan dari Tuhan Yesus....Setelah kita diberkati Tuhan...sampaikan pada yang lain bahwa Tuhan sudah memeberkatimu agar orang lain yang kau ajak bicara mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus secara rohani.
Tuhan Yesus Memberkati

Semalam aku menghadiri acara Marhata Togar-togar di sebuah keluarga anggota punguan parsahutaon kami di Jatiasih, yakni keluarga Siadari. Dimana keluarga tersebut baru saja ditinggal Ibu-nya yang dipanggil Bapa di Surga pada tanggal 6 Maret. Dari kesemua yang menyampaikan kata (aku sendiri kebagian untuk berdoa Pembuka) intinya semua berusaha menghibur keluarga tersebut agar dukacitanya cepat berlalu dan berharap hanya kegembiraan yang akan dihadapinya. Aku teringat saat tanggal 6 Maret tersebut, dari salah satu keluarga anggota punguan yang lain yang menyampaikan kabar duka tersebut pada kami. Aku berusaha untuk datang ke rumahnya untuk mengucapkan turut berbela sungkawa. Namun apadaya, saat itu aku juga harus berangkat menghadiri latihan Koor Komisi Kaum Bapak di Gereja. Walhasil, setelah jam 20.30 wib aku pulang. Hari itu juga ada keluarga lain yang ditimpa musibah, dimana juga Ibu dari keluarga tersbut dipanggil Tuhan. Rumah duka adalah di Perum Danamon. Jadi sepulangnya dari gereja aku langsung berangkat menuju rumah duka di Perum Danamon. Sepanjang disitu, aku berfikir, apakah aku mengirimkan sms saja ke Keluarga Siadari untuk memberi kata turut berbela sungkawa atau harus datang ke rumahnya. Kelamaan bertimbang, waktu pun berlalu dan besok pagi, dengan pesawat pagi dari Bandara Soetta, keluarga Siadari itu akan pulang ke Sidamanik (bonapasogit, kampung halaman) untuk melakukan acara penguburan sebagai penghormatan terakhir untuk orangtuanya.
Hari ini aku ditegur melalui ayat Renungan Harian. Aku memeang berprinsip "Kita Wajib & Harus Datang menjumpai sanak Family, tetangga, sahabat, teman dll disaat-saat dukacita menghampiri mereka" Tapi saat dengan keluarga Siadari aku tidak melakukannya... Rasa bersalah menyerangku dan malam sebelum tidur aku mohon ampun pada Tuhan. Kiranya Tuhan mengampuni salahku yang tidak respon terhadap dongan sahuta yang sedang kemalangan itu.
Renungan Harian yang kubaca akan kubagikan buat semua... Tuhan Yesus Memberkati. Amien
SENTUHAN KASIH
Bacaan : Kolose 4:10-18
Dulu, setiap Natal tiba, orang Inggris suka mengirim surat pendek
berisi ucapan Natal di atas kartu kosong. Lama-kelamaan cara ini
dianggap tidak praktis. Tahun 1843, Sir Henry Cole mencetak kartu
bergambar disertai ucapan selamat, sehingga ia tinggal membubuhkan
tanda tangan di atasnya. Sejak itulah kartu ucapan mulai populer.
Kini cara itu pun dipandang kurang praktis. Banyak orang mengirim
ucapan Natal lewat SMS. Sekali tekan tombol "Kirim", ratusan orang
menerima ucapan Natal. Praktis memang, tetapi sentuhan kasihnya
kurang terasa.
Untuk menunjukkan cinta kasih, orang harus bersedia repot. Ketika
Rasul Paulus mengakhiri tulisannya bagi jemaat Kolose, ia
mengucapkan salam yang panjang. Salam dari rekan sepelayanannya
disebut satu per satu: dari Aristarkus, Markus, Yustus, Eprafas,
tabib Lukas, dan Demas. Selain itu Paulus juga menulis bagian salam
ini dengan tulisan tangannya sendiri. Padahal isi suratnya ditulis
dengan bantuan seorang sekretaris. Sungguh tidak praktis! Namun,
lewat semua ini Paulus ingin menunjukkan sentuhan kasihnya yang
bersifat pribadi pada jemaat Kolose.
Kesibukan dan kemajuan teknologi kadang membuat kita menyukai segala
sesuatu yang serbapraktis dan otomatis. Sentuhan kasih pun
diabaikan. Ketika seorang sahabat berduka, kita merasa cukup
menelepon atau menyatakan rasa duka lewat SMS, ketimbang membesuk
dan memeluknya. Saat ia menikah, kita hanya menghadiri pestanya.
Enggan menghadiri pemberkatan pernikahannya. Banyak orang merindukan
sentuhan kasih Anda. Maukah Anda sedikit repot untuk mewujudkannya?
--JTI
ORANG LEBIH MEMBUTUHKAN SENTUHAN KASIH ANDA
DARIPADA SEMUA TALENTA DAN HARTA MILIK ANDA


Hampir 2(dua) bulan lebih kita mengikuti kisah Mafia Pajak dan Mafia Hukum. Sebenarnya sudah muak karena yang diberitakan adalah yang itu-itu saja. Apakah itu karena memang para penyidik memang belum mendapat perkembangan temuan atau memang mereka membuat para pemirsa televisi bahkan rakyat bosan sehingga kasus Bank Century menguap atau memang ini adalah langkah politik dibalik hukum yang dilakukan SBY guna menekan lawan-lawan politiknya atau apa lagi, yang jelas saya sendiri sudah bosan melihatnya.
Saya lebih tertarik, entah kebetulan atau tidak, muncul nama-nama yang menurut saya sebenarnya harus diubah. MARKUS, singkatan dari MAkelaR KasUS. Saya lebih tertarik membicarakan ini ketimbang membicarakan hal lain berkenaan dengan kasus Mafia Pajak dan Mafia Hukum itu.
Markus, salah satu dari 4 (empat) kitab Injil dimana banyak pandangan yang menyatakan bahwa Kitab ini adalah rangkuman dari Injil Matius dan Lukas. Markus menulis Injil ini terutama untuk orang-orang Grika dan bangsa-bangsa lainnya yang berbicara bahasa Yunani di kekaisaran Romawi untuk mengabarkan Kabar Baik tentang Yesus Kristus. Namanya yang sesungguhnya ialah Markos Ioanne, jadi Markus itu sendiri nama yang modern. Kalau mau lebih jelasnya silahkan dilihat di http://diosdias.wordpress.com/2007/03/02/arti-nama-nama-pengarang-injil/
Beberapa waktu dulu, di era Suharto berkuasa, sekitar tahun 80an, kita juga mendengar adanya PEnembak misTeRiUS disingkat Petrus. Petrus sendiri dalam Alkitab, disebut Yesus, artinya adalah Batu Karang. Asal muasalnya bernama Simon. Setelah berdebat dengan Yesus saat Jamuan Terakhir, Yesus mengganti namanya menjadi Petrus, dan akhirnya setelah Yesus terangkat ke sorga, Petrus menjadi Rasul Misisonaris yang luar biasa.
Ada yang aneh?????
Ya, di Indonesia istilah Petrus dan Markus punya indikasi yang sangat negatif. Petrus: Penembak Misterius yang menghilangkan banyak orang, terutama lawan-lawan politik, walaupun dijadikan juga sebagai kegiatan untuk menciptakan keamanan. Petrus juga menjadi senjata pemusnah yang disinyalir sebagai "Smooth Criminal, Big effect" baik di dunia kejahatan dan di dunia kebaikan. Banyak nyawa dihilangkan tanpa sebab. Bahkan isu hot-nya adalah pemusnahan lawan politik penguasa. Di dunia kejahatan, walaupun penjahat itu jahat, apak tidak sebaiknya juga harus melalui proses hukum yang adil? Akhirnya ini juga secara tidak langsung menyinggung umat Kristiani juga. Petrus si Batu Karang, menjadi Penembak Misterius....pemusnah massal sesungguhnya, Smooth Criminal. Saya tidak tahu kenapa nama ini dipakai untuk hal-hal yang berbau kriminal/misterius atau apa lagi istilah yang bermuara semua ke arah yang ekstreem kiri.Padahal Tuhan Yesus membawa nama ini menjadi nama yang ekstreem kanan bahkan menjadi luar biasa.
Istilah Markus, Makelar Kasus. Orang yang kegiatannya juga tidak jauh dari ekstreem kiri. Menyuap, korupsi, mengakali Negara dan membuat pendapatan yang diperoleh dengan cara tidak wajar kemudian ditampilkan secara wajar alias pencucian uang. Selain yang melakukan juga mendapat keuntungan sendiri, Negara malah mengalami kerugian yang tak kalah hebat. Padalah Markus tadi dalam hidupnya membawa Kabar Baik tentang Yesus Kristus. Bukan kabar buruk tentang penyuapan dlsb. Namun nama yang baik ini digiring lagi ke arah ekstreem kiri yakni Menyuap, korupsi, mengakali Negara dan membuat pendapatan yang diperoleh dengan cara tidak wajar kemudian ditampilkan secara wajar alias pencucian uang.
Ironis memang, jika saja Kristen adalah mayoritas dinegara ini, tentunya itu sudah diprotes habis-habisan. Namun karena minoritas kita berdoa sajalah semoga semuanya itu cepat berlalu walaupun tidak hilang karena dikenang sepanjang masa. Tuhan Yesus sudah mengingatkan, bahwa penderitaan (saya rasa juga termasuk penghinaan terhadap nama-nama yang baik dalam Alkitab sekarang ini) sudah dialami Yesus terlebih dahulu. Tugas kita hanya berdoa, memohon ampunan bagi orang yang memunculkan istilah tersebuat agar segera bertobat.
Saat ini pencitraan nama-nama Kristen memang sangat dibutuhkan sebagai tampilan hubungan pribadi dengan Kristus dalam kehidupannya. Dulu Petrus, sekarang Markus...apalagi nanti? Lukas, Yohanes...Paulus atau apa saja....kiranya kita yang memberi nama anak kita atau yang sekarang sadar namanya diambil dari nama-nama orang baik bahkan rasul atau nabi di Alkitab semakin teguh menjadikan Alkitab sebagai sumber informasi tentang Allah dan kebaikan yang diciptakan-Nya bagi kehidupan pribadi lepas pribadi. Tuhan Memberkati...Amien


Setelah itu kami beristirahat dan tidur dalam kelelahan. Pagi harinya, kembali aktifitas kami adalah bersiap-siap untuk berangkat menuju HKBP Rawamangun. Kami terbangun jam 05.00Wib tanggal 7 Maret 2010. Aku langsung bergegas untuk mencuci kendaraan dan mempersiapkan pakaian untuk ke Gereja. Jas, dasi dan sepatu segera kupersiapkan. Begitupun dengan istriku. Anakku sendiri terbangun pukul 06.00 wib. Aku merasa dia masih sangat lelah, tapi apa boleh buat kami cuma berdoa agar hari ini juga Tuhan pimpin. Terutama keuatan dan kesehatan anak kami Nielsha Debora Pradana. Sebelumnya tanggal 5 Maret 2010, kami sudah melaksanakan bimbingan dari Pendeta. Jadi hal itu merupakan suatu kepastian keikutsertaan kami untuk membawa anak kami ke hadapan Tuhan untuk dibaptis.
Walaupun kami terlambat lebih kurang 15 menit karena hal teknis di salon tempat istriku pesan, tapi semua tetap berjalan baik. Sebelum naik ke altar, aku sempat berbisik ke anakku agar dia tenang saja saat dibaptis (dikenai air) dan tidak takut sama Pendeta yang berjubah hitam. Puji Tuhan, dia tidak nangis dan meronta saat di Baptis. Dia malah melihat dan mengikuti dengan seksama apa yang dilakukan Pendeta Tamba. Ketika namanya disebut Nielsha Debora Marsaulina Pradana, aku mengucap syukur bahwa anakku kini telah dimeteraikan dalam nama Bapa, AnakNya Tuhan Jesus Kristus dan dalam nama Roh Kudus. Halleluyah...anakku berhak mendapat Kerajaan Sorga mulai saat ini. Sesampainya di tempat kami duduk tadi aku berdoa dalam hati agar kiranya Tuhan memberi kami berdua (aku dan istri,red) Hikmat untuk mengajari, membimbing dan menuntun anak kami untuk berpengenalan dan bertumbuh dalam Tuhan Jesus Kristus. Puji Tuhan samapai kebaktian selesai, bersalam-salaman dan pulang sampi di rumah (jati Asih) semua berjalan dengan baik.
Acara dilanjutkan dengan acara Adat Batak dimana pihak Pardede (Mertua dan Lae) memberikan ulos buat anakku. Semua yang kuundang juga berdatangan dan semua berjalan dengan baik. Puji Tuhan...Halleluyah.... Tuhan Maha Baik,. Cuaca hari itu sepanjang hari cukup cerah dan tidak hujan sama sekali. Anakku juga begitu menikmati keramaian itu dan lebih bersemangat lagi tatkala tiba waktunya untuk potong kue Ultah dan buka kado (termasuk kado yang kemarin dia dapatkan). Acara selesai kurang lebih pukul 17.00 Wib dan kami beberes dibantu adik-adik, Bapa dan Mama. Semua dikerjakan sampai pukul 20.00 Wib. Setelah Bu'De Atun pulang, kami bertiga baru bisa tidur dalam kelelahan sampai hari Senin Pagi. Sekali lagi Tuhan Maha Baik, dia memberikan pertolongan dan kekuatan serta kesehatan buat kami bertiga. Semua untuk kemulian namaNya, Tuhan Jesus Kristus.
Terimakasih buat Tuhan Jesus Kristus Raja Seluruh Bumi, Terimakasih buat Keluarga Besar Pardede dohot Boruna, Terimakasih buat Keluarga Besar Op. Pamontang Laut dan dan Terimakasih buat perwakilan Parsahutaon Dos Roha Jatiasih dohot humaliangna. Kiranya Tuhan Jesus Memberkati kita semua dan ini semua untuk Kemuliaan Nama Tuhan Jesus Kristus......... Amien


Beberapa hari ini badanku kurang sehat. Tapi tidak separah ketika aku masih tinggal di Rawamangun dohot humaliangnya. Mungkin karena kelelahan setelah 2 bulan aku mempersiapkan segala sesuatunya buat acara HUT ke-1 dan Tardidi (baptis,red) anakku Nielsha Debora Marsaulina Pradana br. Pangaribuan. Aku dan Istri mempersiapkan segala sesuatunya berdua. Mulai dari mengkonsep, menyusun jadwal acara, membeli ini dan itu, kemudian acara berlangsung sampai beberes. Tapi biarpun begitu kami tetap merasa senang.
Perencanaan acara ini sebenarnya sudah kami rencanakan saat anakku berusia 3 bulan. Tetapi karena satu dan lain hal, makanya harus diundur beberapa waktu sehingga acara kami putuskan untuk diselenggarakan pada 7 Maret 2010. Kenapa tanggal ini dipilih adalah karena beberapa alasan :
Rangkaian persiapan kami mulai di awal tahun 2010. Kami mencari informasi sebanyak-banyaknya buat Acara HUT terlebih dahulu, kemudian Acara Tardidi. Setelah hampir 1 bulan survey, kami memutuskan memakai Hoka-Hoka Bento (bukan promosi ya, red) sebagai vendor acara ini yang dilaksanakan pada 6 Maret 2010 jam 15.30 wib. Kemudian kami menyiapkan tenda dengan cara sewa ke usaha jasa tenda, dimana kami menggunakan DANU TENDA. Luasnya 540 m2, menutupi halaman depan dan belakang rumah. Untuk bangkunya, kami meminjam dari pengurus RT setempat. Sedangkan untuk acara adat setelah tardidi, kami pergunakan Lapo Marpadot Be (kebetulan ini besan mertuaku yang punya, red) sebagai vendor. Dengan harga yang lumayan juga (ndak terlalu mahal dan juga tidak terlalu murah tapi mengenai rasa, tidak ada yang ngalahin), kami sudah bisa tenang tidak akan kekurangan. Secara ini juga pesta berenya Tulang Panjaitan par-Marpadot juga..wakwkakwkak.
Seminggu sebelum acara dimulai, anakku sakit...... Batuk Pilek dan disertai demam... kami betul-betul sangat cemas sekali....pikiran kami "apakah kuat anakku ini mengikuti rangkaian acara 5, 6 dan 7 Maret 2010?" tapi semuanya itu mereda pada hari Kamis tanggal 4 Maret 2010, walaupun pileknya masih ada sedikit.
Akhirnya tepat pada tanggal 6 Maret 2010, kami laksanakan HUT Ke-1 Nielsha Debora Pradana br. Pangaribuan. Saat pagi sampai siang, pasang tenda, cuaca cukup baik. tetapi menjelang jam 2 hujan turun lebat sekali. Kami sudah sangat cemas, kalau-kalau tamu banyak yang ndak bisa datang. Tapi setelah ditunggu akhirnya tepat pukul 16.00 wib, acara dimulai dan tamu-tamu yang diundang (secara ini acara anak-anak) hampir seluruhnya datang. Puji Tuhan, kami bersyukur Tuhan pimpin acara sampai selesai. Kado-kado yang diberikan oleh teman-teman anakku pun cukup banyak, padahal kami tidak menyangka. Aacara selesai kurang lebih pukul 17.15 Wib.
Dan untuk acara selanjutnya adalah Kebaktian Sektor IV Gereja POUK (Persekutuan Oikumene) BDP. Untuk acara ini, kami memakai jasa catering salah satu anggota sektor IV juga (ini rekomendasi para sesepuh sektor IV). Hujan mulai berhenti saat tamu-tamu (sekitar jam 18.50 Wib) mulai berdatangan. Dan hujan sama sekali berhenti...Puji Tuhan...karena yang datang kebanyakan para sepuh juga, kami sebenarnya khawatir banyak yang ndak datang. Tapi Puji Tuhan, smua berjalan baik...Tuhan juga pimpin acara ini sampai selesai... Semoga semua yang datang dan kami sekeluarga juga Tuhan berikan berkat rohani. Amien... Anakku, sebenarnya sudah lelah sekali. Sengaja istriku menidurkannya terlebih dahulu, akan tetapi karena mendengar suara orang bernyanyi, akhirnya dia bangun dan bertepuk tangan di dalam kamar sampai akhirnya istriku mengajak keluar kamar dan ikut kebaktian. Dalam hatiku, anakku ternyata juga mau memuji Tuhan...heheheh... Semoga menjadi alat Tuhan bagi Kemuliaan-Nya..Amien... Pada acara ini aku menyampaikan kesaksian perjalanan 1 tahun keluarga kami (setelah anakku lahir)...Puji Tuhan biarlah semua untuk KemulianNya.
Setelah acara selesai, kami semua beberes. Kami dibantu Bu'De Atun dan Lili (sepupuku), selesai jam 00.00 Wib. Kami (aku , istri dan anakku yang sudah tertidur kami lipat tangannya membentuk posisi berdoa) berdoa bagi acara hari itu. Sungguh Tuhan Baik... kami bertiga diberi kekuatan, kesehatan dan hikmat serta tuntunanNya sehingga semua rangkaian acara berjalan dengan baik.